Posts Tagged ‘Puisi’

Rindu Bintangku…(Puisi Singkat #19)

Sunday, February 28th, 2010

Biarkan aku duduk di sini, menatap bulan…
Yang sibuk mencari cara untuk memelukmu…
Karena berjuta jengkal tak akan satukan kalian…
Tak sadarkah bulan, bahwa kau adalah sang bintang…
Yang hanya seribu jengkal dapat ia gapai?

Rindu Bintangku, 28 Februari 2010…

Saya, Cinta…

Thursday, February 25th, 2010

Perkenalkan, nama saya Cinta…

Saya makhluk tak berwujud yang paling berkuasa setelah Tuhan…

Duniamu ada di tangan saya…
Karena saya bisa mengubahnya…

Membuatmu menangis…
Lalu tertawa…
Saat ada ataupun tak ada orang lain di sekitarmu…
Semua, hanya dengan satu jentikkan jari saya…

Saya bisa membuatmu mencinta saya…
Saya yang ada di dirinya…
Karena saya membiarkanmu mencintanya…

Dalam hitungan detik, saya bisa membuatmu membenci dia…
Yang sudah membencimu…
Atau bahkan yang masih mencintamu…
Dengan sebuah, seribu atau tanpa alasan sama sekali…

Saya bisa menjadikanmu apa saja…
Malaikat cantik tak bersayap…
Seribu dewa pemaaf…
Kerbau dicucuk hidung…
Atau dedemit bertanduk, lengkap dengan garpu berduri…

Kehidupanmu ada di tangan saya…
Dengan menjadikan harimu penuh semangat…
Harapan dan citamu tergantung di atas surga ke tujuh…
Setinggi gambaran fana dirinya yang tergantung di sana…
Yang ternyata perlu keajaiban tersendiri, untukmu meraihnya…

Jika saya sedang jahil, saya bisa mendatangkan kematian untukmu…
Saat saya bisikkan padanya, bahwa ada saya, Cinta, yang lain di seberang sana…
Saat saya sodorkan seonggok saya, Cinta, yang berbalut daging penuh napsu di hadapannya…
Saat saya membuatnya berbalik arah meninggalkan kamu…
Tanpa alasan…
Tanpa satu gelembung buih liur yang dihasilkan dari rentetan kata yang keluar dari mulutnya…

Saya bisa membuatmu berada di antara sebuah kehidupan dan kematian…
Saat kamu saya butakan dengan dosis saya yang berlebihan…
Saat kamu tak sanggup saksikan dirinya memilih saya, Cinta, yang merasuki orang lain…
Hingga kamu hunuskan belati padanya…
Lalu padamu sendiri…
Yang tak juga mengakhiri hidupmu, apalagi hidupnya…
Jeruji besi hati pun siap terbentang lebar menanti untuk mengurungmu…

Lara, saat fisikmu berada di peluknya, yang kamu miliki…
Tapi saya, Cinta, yang ada di dirimu, adalah milik dia yang tak kamu miliki…

Merana, saat seribu sesal, yang coba kamu hapus…
Tak mengembalikan saya, Cinta, yang terbuang dari hatinya…

Tapi saya, Cinta, akan selalu menjadikanmu dewasa…
Walaupun saya, Cinta, akan selalu merangkul benci dan pahit, untuk ditawarkan padamu…

Dan atas nama saya, Cinta…
Saya akan selalu menghantuimu…
Bersamamu…
Bahkan di hari kematianmu…

…Cinta…

Bintang Hati dan Malaikat Mautku…(Puisi Singkat #18)

Tuesday, February 16th, 2010

Izinkan aku menyentuh ujung jemarimu, Sayang…
Dari balik penjara hati…
Yang terkunci olehku sendiri…
Kala kunci itu ku berikan padamu…

Kamu…
Bintang hatiku…
Kerikil kecilku…
Dewa penyelamatku…
Dan malaikat mautku…

Byéngsyék, 16 Februari 2010

Luka Hati…(Puisi Singkat #17)

Thursday, February 11th, 2010

Seribu langkah untuk satu titik jalanan yang tak berujung…
Bak berjalan di atas catwalk…
Arogansi dan gengsi seribu muka, berhias di diri…
Membungkam dan mendekap bunyi gaduh, yang tak pernah diam…
Prrrraaannnngggggg…
Pecah, hancur, berserak dan tercecer…
Yang tak mampukannya kembali berdiri…
Sebelum ia selesai jahitkan luka hati…

Lagi Jadi Pemulung Hati, 11 Februari 2010

Kiriman Cumbu Bintangku…(Puisi Singkat #16)

Tuesday, January 19th, 2010

Malam ini langit tanpa bintang, Sayang…
Tanpamu mencuat ke permukaan…
Tapi aku yakin, kau mengirim cumbu untukku…
Di balik awan kelabu, menutupimu malu…

Sambil Berharap Nanti Ngantor Gak Pake Ujan, 19 Januari 2010

Aku Tak Minta Kau Ambil Bintangku…(Puisi #15)

Wednesday, January 13th, 2010

Kau telah ambil bintangku, Tuan…
Sekarang kau ambil rembulanku…
Sampai hati kau tinggalkan hatiku…
Gelap…

Lagi-Lagi Gak Jelas, 13 Januari 2010

Ruang Kaca…(Puisi Singkat #14)

Monday, January 11th, 2010

Ruang kaca itu mulai berdenting…
Bersautan…
Riuh rendah…
Membuat pekak…
Gaduh lalu praaaannngggg, pecah….
Hingga denting romantis piano dan gesekan miris biola sayup terdengar…
Oleh telinga yang tersumpal kapas…
Untuk mendengar suara…
Kamu…
Dan dunia…

Ruang Kaca, 9 Januari 2010.

Published 11 Januari 2010, 10.28 a.m

Mati Terbunuh…(Puisi Singkat #13)

Friday, January 8th, 2010

Takkan ku izinkan rindu ini memupuk namamu…
Bergelora akan cintamu…
Tak pantas ia berada di pelukmu…
Sekarang atau nanti…
Karena mereka telah mati terbunuh…

Pembunuhan Berencana, 8 Januari 2010

Rembulan Rona Merah Jambu…(Puisi Singkat #12)

Thursday, January 7th, 2010

Aku ingin bercinta denganmu…
Di bawah rembulan merona merah jambu…
Tersipu malu…
Dan tertutup pasir langit abu-abu…

Khayalan Ngarep, 7 Januari 2010

Tinggalkan Kemarin…

Thursday, December 31st, 2009

Ku biarkan mimpi itu terbang seiring selimut gigil terpa angin…

Tinggalkan tawa mereka di atas tangisku…

Tinggalkan caci mereka yang tertumpah padaku…

Tinggalkan gelak mereka di atas mirisku…

Tinggalkan benci mereka di atas cintaku…

—-

Tak bisakah kalian tinggalkanku?

Biarkanku hidup?

Melukis mimpi yang tak lagi membunuhku dingin…

Tapi berikan hangat hati peluknya…

—-

Silakan meraih mimpi-mimpi baru…

Silakan mengukir tambatan hati baru di setiap detik langkah kehidupan karir dan cinta…

Silakan melukis angan dan bunga hati…

Silakan rengkuh senyum matarimu…

Jadikanlah tiap detik adalah hari barumu, dan tahun barumu…

—-

Happy New Year 2010, My Friends!!! Wish you all the best, in the up coming year…

Tik…tok…tik…tok…tik…tok…